Nama : Christika Wijaya
NIM : 1901473754
Kelas : LA63
Dosen : Christian Siregar
Kode Dosen : D3046
Nama PAUD : TK Carina Sayang
Kepala PAUD : Christine P, S.Pd, MM
Hari/Tanggal : Jumat, 15 Oktober 2015
Waktu : 08.00-11.00
Anggota yang Hadir :
Christika Wijaya (1901473754)
Johanna (1901457510)
Jumlah Anak : 14
Orang
Pertemuan kedua kami lakukan dengan dua orang anggota yakni
saya dan Johanna, dikarenakan teman-teman yang lain sudah melaksanakan kegiatan
pada hari Selasa lalu. Kami dijadwalkan mengajar pada jam 08.30, tetapi di
mulai setengah jam sebelumnya. Saat kami memasuki kelas anak-anak terlihat
sangat senang dan antusias. Setelah itu kami melakukan kegiatan diluar ruang
kelas yaitu bermain permainan Kucing dan Tikus, tak lupa Ibu Ira selaku guru dan wali
kelas mereka mendampingi kegiatan ini.

Selesai bermain kucing dan tikus, anak-anak berbaris. Mereka
di bagi menjadi dua baris, ini dilakukan untuk permainan lempar dan tangkap
bola. Baris pertama melempar dan baris kedua yang menangkap bola.
Setelah bermain lempar tangkap bola, dilanjutkan bermain
bowling yaitu pin disusun secara vertikal dan anak-anak berbaris menyamping dan
diberikan bola masing-masing anak mendapatkan satu bola. Jadi cara bermainnya anak satu per
satu melempar ke arah pin hingga pin tersebut jatuh, ini dilakukan secara
bergiliran. Semua dapat gilirannya masing-masing.
![]() |
| Anak-anak didampingi Ibu Ira |
Setelah selesai bermain, anak-anak mengembalikan bola dan pin
kekeranjang yang telah tersedia. Setelah itu saya merasa anak-anak masih kurang
bersemangat, kemudian saya berinisiatif untuk melakukan olahraga ringan untuk
mereka. Mereka dibagi menjadi dua baris, depan dan belakang lalu saya memimpin
kegiatan ini. Ini berguna agar saat melakukan kegiatan belajar mereka bisa
fokus, semangat, dan ceria. Sayangnya tidak ada alat pemutar musik, tetapi
anak-anak melakukannya dengan semangat dan penuh canda.
![]() |

![]() |
| Saat memimpin olahraga kecil dan anak-anak mengikutinya dengan semangat |
Setelah selesai melakukan olahraga kecil, anak-anak meminta
bermain Ular Naga, setelah kesepakatan bersama akhirnya kita setuju. Mereka
terlihat sangat gembira.
![]() |
| Johanna mendampingi mereka bermain Ular Naga |
Waktu bermain di luar telah habis, saatnya masuk ke kelas
kembali untuk istirahat makan. Dikarenakan anak kelas lain masih memakai
kantin, anak-anak menunggu di kelas mereka hingga anak-anak kelas lain selesai.
Tiba saatnya mereka makan, tetapi sebelum makan mereka antri
untuk cuci tangan karena makan dengan tangan yang kotor akan membuat makanan
yang mereka makan menjadi sumber penyakit. Sebelum mereka makan di awali dengan
berdoa. Doa dipimpin oleh seorang anak, doa dipimpin secara Katolik.
Setelah selesai makan mereka cuci tangan dan masuk kembali
kedalam kelas. Di dalam kelas mereka diingatkan lagi apa yang sudah diajarkan
oleh teman-teman kami pada hari Selasa yang lalu. Mereka mengingat nama teman
kami, ini berarti mereka sangat antusias dengan kedatangan kami. Kami mengajari
mereka lagu-lagu anak yang sesuai dengan usia mereka.
Ternyata waktu bermain telah tiba, anak-anak berbaris dengan
rapi untuk keluar kelas menuju area bermain. Kami mengawasi sambil bermain
bersama mereka. Dan setelah 15 menit tiba saatnya mereka untuk kembali lagi ke dalam kelas, Ibu
Ira memanggil dan mengumpulkan mereka dengan menggunakan alat musik. Mereka
berbaris dengan rapi dan masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan kegiatan
belajar kembali.
Di dalam kelas kami meminta mereka menulis angka 1-10 di
selembar kertas yang kami berikan, hanya beberapa anak yang bisa menulis angka
dengan lancar beberapa anak masih perlu untuk di bantu cara menuliskannya.
Setelah menuliskan angka, kami meminta mereka menuliskan nama mereka di kertas
yang sama agar mereka terbiasa untuk menulis nama mereka untuk mengenal diri
mereka sendiri.
Kemudian Ibu Ira menyuruh mereka menggambar bebas dengan
tema tanaman. Hampir semua dari mereka masih bingung bagaimana cara untuk
menggambar tanaman, tetapi mereka sudah tau apa yang akan mereka gambar. Mereka
tidak sungkan untuk meminta bantuan kepada kami misalkan saja seorang anak
bernama Joel, dia meminta saya untuk mengajarinya menggambar rumah dan pohon. Dan
dengan senang hati saya menyanggupi permintaannya.
![]() |
| Salah satu calon seniman |
Tak terasa waktu berjalan sangat cepat, jam sudah menunjukan
pukul 11.00 ini artinya mereka sudah di perbolehkan untuk pulang. Tetapi sebelum
pulang Ibu Ira memberikan tugas untuk mengisi LKS mereka, dan mengingatkan
mereka untuk mengunting kuku mereka yang panjang agar saat pemeriksaan kuku pada
hari Senin kuku mereka yang kotor dan panjang tidak terlihat lagi. Anak-anak
merapikan buku, kotak pensil, dan meja dan bersiap untuk pulang. Sebelum
pulang, diakhiri dengan doa. Anak-anak berterimakasih pada Ibu Ira karena sudah
mengajarkan mereka hari ini, dan tidak lupa pula mereka berterimakasih pada kami
berdua walaupun mereka masih salah dalam memanggil nama kami. Ini juga
sekaligus mengakhiri perjumpaan kami dengan mereka.
Ternyata di hari itu adalah pembagian rapot hasil belajar
mereka selama setengah semester ini, jadi keadaan diluar sangat ramai. Kami
berpamitan kepada Ibu Ira dan Ibu Elis, yang sudah mendampingi kami selama kegiatan
pengajaran berlangsung.
Di pertemuan kedua ini kami mengajarkan atau mengamalkan pada
mereka sila-sila Pancasila secara tidak langsung yaitu :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa = Memulai kegiatan
seperti memulai pelajaran dan saat akan makan. Walaupun doa dilakukan secara
Katolik, tetapi harus menghargai teman yang berdoa menurut kepercayaannya
masing-masing.
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab = Pada saat
bermain lempar bowling, mereka melempar secara bergiliran. Juga pada saat menyapa
kami dan berterimakasih kepada ibu guru mereka.
3. Persatuan Indonesia = Bermain bersama
teman-teman tanpa memandang perbedaan apapun.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat dan
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan = Mengungkapkan pendapat mereka seperti
mereka ingin bermain Ular Naga, mereka tidak bisa menggambar dan mereka
membutuhkan bantuan dari kami.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia = Pada
saat bermain lempar bowling, mereka melempar secara bergiliran. Mengantri
secara rapi untuk mencuci tangan, dan makan bersama. Saling menasehati teman
yang melakukan tindakan yang salah.
Mungkin di pertemuan kami yang kedua ini masih memiliki
banyak kekurangan diantaranya kami masih kurang siap untuk mengajar anak-anak,
kami belum terlalu akrab dengan anak-anak karena ini adalah pertemuan pertama
kali kami berdua dengan anak-anak. Tetapi melihat anak-anak yang sangat
bersemangat dan menerima kedatangan kami dengan senang hati kami jadi terpacu
untuk memperbaiki cara pengajaran kami di pertemuan kami selajutnya.
Tambahan :
Jumlah murid seluruhnya ada 18 orang, 4 orang lagi tidak
diketahui mengapa tidak hadir pada tanggal 15 oktober 2015. (Jumat, 23 Oktober
2015)























Tidak ada komentar:
Posting Komentar