Selasa, 27 Oktober 2015

Pertemuan Keempat di TK Carina Sayang






Nama : Christika Wijaya
NIM : 1901473754
Kelas : LA63
Dosen : Christian Siregar
Kode Dosen : D3046
Nama PAUD : TK Carina Sayang
Kepala PAUD : Christine P, S.Pd, MM
Hari/Tanggal : Jumat, 23 Oktober 2015
Waktu : 07.30-11.00
Anggota yang Hadir :
Christika Wijaya (1901473754)
Johanna (1901457510)
Jumlah Anak :  16 Orang



Pertemuan keempat masih dilakukan oleh saya dan Johanna. Saat kami sampai disekolah, kami langsung masuk ke dalam kelas. Saat kami berdua masuk kelas mereka anak-anak berteriak memanggil nama kami. Ibu Ira segera menyiapkan anak-anak untuk mengucapkan salam pada kami, kami pun membalas salam mereka.



Kami memulai dengan mengajak mereka keluar kelas untuk olahraga pagi, mereka keluar kelas dengan berbaris rapi dan teratur. Setelah itu barisan dibagi menjadi dua secara random. Salah seorang anak bernama Charles memimpin pemanasan, walau masih kurang rapi tapi keberaniannya patut dihargai.





Setelah itu Ibu Ira memberitahu kepada kami bahwa olahraga pagi kali ini adalah melewati rintangan kerucut. Pertama melewatinya dengan berjalan zig-zag, dan kemudian melompatinya. Semua dilakukan secara cepat dan bolak-balik, siapa yang tercepat dia yang menang. Ketika mereka selesai melakukannya, mereka langsung menuju ke barisan paling belakang agar teman-teman yang berada dibelakang mereka bisa maju.











Setelah olahraga pagi selesai, Ibu Ira menitipkan anak-anak kepada kami. Kami bertanya pada mereka, ingin bermain permainan apa? Mereka menjawab ingin bermain Ular Naga. Mereka bermain dengan gembira dan penuh tawa kebahagiaan. Waktu olahraga pagi telah habis, kami meminta anak-anak untuk kembali masuk kelas. Mereka berbaris rapi masuk kelas.




Didalam kelas Ibu Ira memberikan tugas pada anak-anak untuk mengisi beberapa halaman LKS. Anak-anak mengerjakannya dengan senang hati, tetapi ada pula yang mengerjakanya sambil bercanda. Kami mengingatkan mereka untuk mengerjakanya dahulu, jika sudah selesai bisa bebas mengobrol dengan teman-teman yang lain. Beberapa anak sangat cekatan mengerjakan tugas yang diberikan.






Ternyata waktu makan siang telah tiba, anak-anak diminta oleh Ibu Ira untuk menunda mengerjakan LKS dan merapihkan alat tulis di meja, serta menyiapkan makanan. Anak-anak berbaris menuju wastafel untuk mencuci tangan didampingi oleh kami, lalu mereka menuju ruang makan untuk makan bersama. Sebelum makan diawali dengan doa, yang di pimpin oleh salah satu anak.






Setelah selesai makan mereka mencuci tangan, dan kembali lagi ke kelas untuk melanjutkan mengerjakan LKS yang tadi sempat tertunda. Beberapa dari mereka yang sudah selesai ikut membantu temannya yang mengalami kesulitan. Beberapa anak yang masih kesulitan juga meminta bantuan pada kami, kami membantu mereka dengan sabar.
Setelah semua selesai mengerjakan LKS Ibu Ira mengajak mereka untuk bermain, tetapi untuk beberapa anak yang belum selesai mengerjakan untuk tetap berada di kelas mengerjakan tugas mereka sampai selesai. Dan mereka didampingi oleh Johanna. Anak-anak bermain didampingi oleh saya dan Ibu Ira, melihat keceriaan mereka bermain terasa beban kami dalam kuliah seakan sirna.
Waktu bermain telah habis, sayang sekali anak bernama Shalom tidak bisa ikut bermain karena LKS yang dikerjakannya belum selesai.



Sampai dikelas kami membagikan kertas origami pada anak-anak satu persatu, lalu anak-anak terlihat senang sekaligus bingung. Kami mengajari mereka membuat "Monster Kecil", saya yang memperagakan bagaimana cara membuatnya, melipat kearah mana. Mareka masih terlihat bingung, maka disela-sela langkah melipat saya berhenti untuk mengecek satu persatu apakah langkah yang mereka lakukan sudah sesuai atau tidak.
Setelah selesai membuatnya mereka tidak tau cara memainkanya, jadilah kami mengajari mereka. Mereka terlihat senang dengan mainan baru mereka.




Salah satu kebahagiaan setelah berhasil membuat "Monster Kecil"

Lalu Ibu Ira bertanya apa sudah selesai semua melipat kertasnya, anak-anak menjawab sudah. Kemudian Ibu Ira memberikan tugas mengisi LKS untuk PR dan harus selesai dan dikumpulkan pada hari Senin. Tak lupa pula Ibu Ira mengingatkan untuk menjaga kebersihan kuku tangan dan kaki.


Waktu untuk pulang telah tiba, sebelum pulang mereka bernyanyi lagu perpisahan dan terimakasihnya pada Ibu Ira dan kami berdua. Lalu pertemuan ditutup dengan doa. Setelah selesai berdoa anak-anak bersiap untuk pulang, sebelum pulang, mereka berterima kepada Ibu Ira dan kami. Mereka merapikan bangku dan meja sebelum keluar kelas, dan berfoto bersama. Mereka pulang kerumah masing-masing dan kami berpamitan dengan Ibu Ira sekaligus berterimakasih atas semua bantuannya. Pertemuan keempat berakhir.

Doa dipimpin oleh Shalom





Di pertemuan keempat ini kami mengajarkan atau mengamalkan pada mereka sila-sila Pancasila secara tidak langsung yaitu :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa = Memulai kegiatan seperti memulai pelajaran dan saat akan makan. Walaupun doa dilakukan secara Katolik, tetapi harus menghargai teman yang berdoa menurut kepercayaannya masing-masing.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab = Mengerjakan LKS bersama, juga pada saat menyapa kami dan berterimakasih kepada ibu guru mereka.

3. Persatuan Indonesia = Bermain bersama teman-teman tanpa memandang perbedaan apapun. Menyemangati teman-teman saat melewati rintangan kerucut.

4. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat dan Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan = Mengungkapkan pendapat mereka seperti mereka ingin bermain Ular Naga, beberapa dari mereka tidak bisa mengerjaakan LKS dengan lancar dan mereka tidak segan meminta bantuan kepada kami. Mengajukan diri untuk menjadi pemimpin.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia = Pada saat melewati rintangan kerucut, mereka melakukannya secara bergiliran. Mengantri secara rapi untuk mencuci tangan, dan makan bersama. Saling membantu mengerjakan tugas LKS. Selesai mengerjakan LKS, mereka boleh main.


Di pertemuan kami yang keempat ini masih memiliki banyak kekurangan seperti cara menghadapi anak-anak saat mereka sedang bermain atau sedang tidak mood mengerjakan tugas yang diberikan. Mengajarkan mereka secara perlahan pun masih sulit. Kami akan perbaikinya dipertemuan mendatang.




Tambahan : Jumlah anak adalah 18 orang, dua anak tidak hadir karena sakit.


Selasa, 20 Oktober 2015

Pertemuan Kedua di TK Carina Sayang





Nama : Christika Wijaya
NIM : 1901473754
Kelas : LA63
Dosen : Christian Siregar
Kode Dosen : D3046
Nama PAUD : TK Carina Sayang
Kepala PAUD : Christine P, S.Pd, MM
Hari/Tanggal : Jumat, 15 Oktober 2015
Waktu : 08.00-11.00
Anggota yang Hadir :
Christika Wijaya (1901473754)
Johanna (1901457510)
Jumlah Anak :  14 Orang



Pertemuan kedua kami lakukan dengan dua orang anggota yakni saya dan Johanna, dikarenakan teman-teman yang lain sudah melaksanakan kegiatan pada hari Selasa lalu. Kami dijadwalkan mengajar pada jam 08.30, tetapi di mulai setengah jam sebelumnya. Saat kami memasuki kelas anak-anak terlihat sangat senang dan antusias. Setelah itu kami melakukan kegiatan diluar ruang kelas yaitu bermain permainan Kucing dan Tikus, tak lupa Ibu Ira selaku guru dan wali kelas mereka mendampingi kegiatan ini.


Selesai bermain kucing dan tikus, anak-anak berbaris. Mereka di bagi menjadi dua baris, ini dilakukan untuk permainan lempar dan tangkap bola. Baris pertama melempar dan baris kedua yang menangkap bola.



Setelah bermain lempar tangkap bola, dilanjutkan bermain bowling yaitu pin disusun secara vertikal dan anak-anak berbaris menyamping dan diberikan bola masing-masing anak mendapatkan satu bola. Jadi cara bermainnya anak satu per satu melempar ke arah pin hingga pin tersebut jatuh, ini dilakukan secara bergiliran. Semua dapat gilirannya masing-masing.


Anak-anak didampingi Ibu Ira

Setelah selesai bermain, anak-anak mengembalikan bola dan pin kekeranjang yang telah tersedia. Setelah itu saya merasa anak-anak masih kurang bersemangat, kemudian saya berinisiatif untuk melakukan olahraga ringan untuk mereka. Mereka dibagi menjadi dua baris, depan dan belakang lalu saya memimpin kegiatan ini. Ini berguna agar saat melakukan kegiatan belajar mereka bisa fokus, semangat, dan ceria. Sayangnya tidak ada alat pemutar musik, tetapi anak-anak melakukannya dengan semangat dan penuh canda.





Saat memimpin olahraga kecil dan anak-anak mengikutinya dengan semangat

Setelah selesai melakukan olahraga kecil, anak-anak meminta bermain Ular Naga, setelah kesepakatan bersama akhirnya kita setuju. Mereka terlihat sangat gembira.

Johanna mendampingi mereka bermain Ular Naga


Waktu bermain di luar telah habis, saatnya masuk ke kelas kembali untuk istirahat makan. Dikarenakan anak kelas lain masih memakai kantin, anak-anak menunggu di kelas mereka hingga anak-anak kelas lain selesai.




Tiba saatnya mereka makan, tetapi sebelum makan mereka antri untuk cuci tangan karena makan dengan tangan yang kotor akan membuat makanan yang mereka makan menjadi sumber penyakit. Sebelum mereka makan di awali dengan berdoa. Doa dipimpin oleh seorang anak, doa dipimpin secara Katolik.




Setelah selesai makan mereka cuci tangan dan masuk kembali kedalam kelas. Di dalam kelas mereka diingatkan lagi apa yang sudah diajarkan oleh teman-teman kami pada hari Selasa yang lalu. Mereka mengingat nama teman kami, ini berarti mereka sangat antusias dengan kedatangan kami. Kami mengajari mereka lagu-lagu anak yang sesuai dengan usia mereka.



Ternyata waktu bermain telah tiba, anak-anak berbaris dengan rapi untuk keluar kelas menuju area bermain. Kami mengawasi sambil bermain bersama mereka. Dan setelah 15 menit tiba saatnya mereka untuk kembali lagi ke dalam kelas, Ibu Ira memanggil dan mengumpulkan mereka dengan menggunakan alat musik. Mereka berbaris dengan rapi dan masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan kegiatan belajar kembali.




Di dalam kelas kami meminta mereka menulis angka 1-10 di selembar kertas yang kami berikan, hanya beberapa anak yang bisa menulis angka dengan lancar beberapa anak masih perlu untuk di bantu cara menuliskannya. Setelah menuliskan angka, kami meminta mereka menuliskan nama mereka di kertas yang sama agar mereka terbiasa untuk menulis nama mereka untuk mengenal diri mereka sendiri.

Kemudian Ibu Ira menyuruh mereka menggambar bebas dengan tema tanaman. Hampir semua dari mereka masih bingung bagaimana cara untuk menggambar tanaman, tetapi mereka sudah tau apa yang akan mereka gambar. Mereka tidak sungkan untuk meminta bantuan kepada kami misalkan saja seorang anak bernama Joel, dia meminta saya untuk mengajarinya menggambar rumah dan pohon. Dan dengan senang hati saya menyanggupi permintaannya.



Salah satu calon seniman

Tak terasa waktu berjalan sangat cepat, jam sudah menunjukan pukul 11.00 ini artinya mereka sudah di perbolehkan untuk pulang. Tetapi sebelum pulang Ibu Ira memberikan tugas untuk mengisi LKS mereka, dan mengingatkan mereka untuk mengunting kuku mereka yang panjang agar saat pemeriksaan kuku pada hari Senin kuku mereka yang kotor dan panjang tidak terlihat lagi. Anak-anak merapikan buku, kotak pensil, dan meja dan bersiap untuk pulang. Sebelum pulang, diakhiri dengan doa. Anak-anak berterimakasih pada Ibu Ira karena sudah mengajarkan mereka hari ini, dan tidak lupa pula mereka berterimakasih pada kami berdua walaupun mereka masih salah dalam memanggil nama kami. Ini juga sekaligus mengakhiri perjumpaan kami dengan mereka.
Ternyata di hari itu adalah pembagian rapot hasil belajar mereka selama setengah semester ini, jadi keadaan diluar sangat ramai. Kami berpamitan kepada Ibu Ira dan Ibu Elis, yang sudah mendampingi kami selama kegiatan pengajaran berlangsung.








Di pertemuan kedua ini kami mengajarkan atau mengamalkan pada mereka sila-sila Pancasila secara tidak langsung yaitu :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa = Memulai kegiatan seperti memulai pelajaran dan saat akan makan. Walaupun doa dilakukan secara Katolik, tetapi harus menghargai teman yang berdoa menurut kepercayaannya masing-masing.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab = Pada saat bermain lempar bowling, mereka melempar secara bergiliran. Juga pada saat menyapa kami dan berterimakasih kepada ibu guru mereka.

3. Persatuan Indonesia = Bermain bersama teman-teman tanpa memandang perbedaan apapun.

4. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat dan Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan = Mengungkapkan pendapat mereka seperti mereka ingin bermain Ular Naga, mereka tidak bisa menggambar dan mereka membutuhkan bantuan dari kami.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia = Pada saat bermain lempar bowling, mereka melempar secara bergiliran. Mengantri secara rapi untuk mencuci tangan, dan makan bersama. Saling menasehati teman yang melakukan tindakan yang salah.


Mungkin di pertemuan kami yang kedua ini masih memiliki banyak kekurangan diantaranya kami masih kurang siap untuk mengajar anak-anak, kami belum terlalu akrab dengan anak-anak karena ini adalah pertemuan pertama kali kami berdua dengan anak-anak. Tetapi melihat anak-anak yang sangat bersemangat dan menerima kedatangan kami dengan senang hati kami jadi terpacu untuk memperbaiki cara pengajaran kami di pertemuan kami selajutnya.




Tambahan :
Jumlah murid seluruhnya ada 18 orang, 4 orang lagi tidak diketahui mengapa tidak hadir pada tanggal 15 oktober 2015. (Jumat, 23 Oktober 2015)

Jumat, 09 Oktober 2015

Lokasi PAUD

Minggu pertama kelas CB Pancasila, perwakilan pihak dari TFI (Teach For Indonesia) datang ke kelas LA63 menjelaskan tugas untuk CB Pancasila semester 1 yaitu "Mengajar di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)".
Setiap kelompok beranggotakan 6-7 orang, diwajibkan untuk mendaftarkan kelompoknya di Teach For Indonesia setelah kami melakukan pendaftaran kelompok, perwakilan dari kelompok kami mulai mencari lokasi PAUD yang akan kami ajar.

Kami mengira menemukan PAUD adalah hal yang mudah, jadi kami mulai mencari di minggu ke-2. Kami memulai pencarian dari kampus Binus Kijang sampai Stasiun Palmerah, ternyata sudah di ambil oleh kelompok lain. Putus asa, tetapi kami terus mencari sampai akhirnya kami mendapatkan lokasi yang tepat.

Bagian Depan

Lokasi PAUD
Sekolah Carina Sayang yang beralamat di Komplek Carina Sayang Blok Z No 6-9, Rawa Buaya Cengkareng Jakarta Barat. Dari Binus Anggrek mudah dijangkau menggunakan kendaraan umum, dan membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk menuju ke sana. Sekolah ini memiliki jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TKA/TKB), serta Sekolah Dasar (SD).

Karena kelompok kami berasal dari Hubungan Internasional dan Sastra Cina yang libur pada hari Selasa & Sabtu (Hubungan Internasional) dan Jumat & Sabtu (Sastra Cina). Tadinya kami akan mengajar pada hari Sabtu namun dikarenakan Sabtu sekolah tersebut libur, maka kami sepakat untuk mengajar di hari Selasa dan Jumat.

Kegiatan pengajaran ini akan berlangsung dari tanggal Selasa, 13 Oktober 2015 hingga Jumat, 30 Oktober 2015 pada pukul 08.30-10.00. Jika ada perubahan jadwal kami akan informasikan kembali.

Setelah mendatangi lokasi kami mengambil gambar kegiatan yang sedang berlangsung disana


Ruang Kepala Sekolah

Area Bermain, mereka sedang bermain dan diawasi oleh guru

Siswa SD sedang melakukan kegiatan











Di postingan ini pula kami akan memperkenalkan anggota kelompok 6 yang akan melakukan kegiatan belajar bersama di TK Carina Sayang*:

1. Christika Wijaya (1901473754) / Ketua Kelompok
2. Johanna (1901457510)
3. Damajanti Prisca Andini van den Heuvel (1901484190)
4. Aulia Yuti Serera (1901495162)
5. Laras Putri Pamungkas (1901508146)
6. I Putu Deva Dewantara (1901478736)
7. Lady Nadya Aprily (1901508713)
*perubahan pada tanggal 12 oktober 2015, telah distujui oleh pihak TFI