NIM : 1901473754
Kelas : LA63
Dosen : Christian Siregar
Kode Dosen : D3046
Nama PAUD : TK Carina Sayang
Kepala PAUD : Christine P, S.Pd, MM
Hari/Tanggal : Jumat, 23 Oktober 2015
Hari/Tanggal : Jumat, 23 Oktober 2015
Waktu : 07.30-11.00
Anggota yang Hadir :
Christika Wijaya (1901473754)
Johanna (1901457510)
Jumlah Anak : 16 Orang
Pertemuan keempat masih dilakukan oleh saya dan Johanna. Saat kami sampai disekolah, kami langsung masuk ke dalam kelas. Saat kami berdua masuk kelas mereka anak-anak berteriak memanggil nama kami. Ibu Ira segera menyiapkan anak-anak untuk mengucapkan salam pada kami, kami pun membalas salam mereka.
Kami memulai dengan mengajak mereka keluar kelas untuk olahraga pagi, mereka keluar kelas dengan berbaris rapi dan teratur. Setelah itu barisan dibagi menjadi dua secara random. Salah seorang anak bernama Charles memimpin pemanasan, walau masih kurang rapi tapi keberaniannya patut dihargai.
Setelah itu Ibu Ira memberitahu kepada kami bahwa olahraga pagi kali ini adalah melewati rintangan kerucut. Pertama melewatinya dengan berjalan zig-zag, dan kemudian melompatinya. Semua dilakukan secara cepat dan bolak-balik, siapa yang tercepat dia yang menang. Ketika mereka selesai melakukannya, mereka langsung menuju ke barisan paling belakang agar teman-teman yang berada dibelakang mereka bisa maju.
Setelah olahraga pagi selesai, Ibu Ira menitipkan anak-anak kepada kami. Kami bertanya pada mereka, ingin bermain permainan apa? Mereka menjawab ingin bermain Ular Naga. Mereka bermain dengan gembira dan penuh tawa kebahagiaan. Waktu olahraga pagi telah habis, kami meminta anak-anak untuk kembali masuk kelas. Mereka berbaris rapi masuk kelas.
Didalam kelas Ibu Ira memberikan tugas pada anak-anak untuk mengisi beberapa halaman LKS. Anak-anak mengerjakannya dengan senang hati, tetapi ada pula yang mengerjakanya sambil bercanda. Kami mengingatkan mereka untuk mengerjakanya dahulu, jika sudah selesai bisa bebas mengobrol dengan teman-teman yang lain. Beberapa anak sangat cekatan mengerjakan tugas yang diberikan.
Ternyata waktu makan siang telah tiba, anak-anak diminta oleh Ibu Ira untuk menunda mengerjakan LKS dan merapihkan alat tulis di meja, serta menyiapkan makanan. Anak-anak berbaris menuju wastafel untuk mencuci tangan didampingi oleh kami, lalu mereka menuju ruang makan untuk makan bersama. Sebelum makan diawali dengan doa, yang di pimpin oleh salah satu anak.
Setelah selesai makan mereka mencuci tangan, dan kembali lagi ke kelas untuk melanjutkan mengerjakan LKS yang tadi sempat tertunda. Beberapa dari mereka yang sudah selesai ikut membantu temannya yang mengalami kesulitan. Beberapa anak yang masih kesulitan juga meminta bantuan pada kami, kami membantu mereka dengan sabar.
Setelah semua selesai mengerjakan LKS Ibu Ira mengajak mereka untuk bermain, tetapi untuk beberapa anak yang belum selesai mengerjakan untuk tetap berada di kelas mengerjakan tugas mereka sampai selesai. Dan mereka didampingi oleh Johanna. Anak-anak bermain didampingi oleh saya dan Ibu Ira, melihat keceriaan mereka bermain terasa beban kami dalam kuliah seakan sirna.
Waktu bermain telah habis, sayang sekali anak bernama Shalom tidak bisa ikut bermain karena LKS yang dikerjakannya belum selesai.
Sampai dikelas kami membagikan kertas origami pada anak-anak satu persatu, lalu anak-anak terlihat senang sekaligus bingung. Kami mengajari mereka membuat "Monster Kecil", saya yang memperagakan bagaimana cara membuatnya, melipat kearah mana. Mareka masih terlihat bingung, maka disela-sela langkah melipat saya berhenti untuk mengecek satu persatu apakah langkah yang mereka lakukan sudah sesuai atau tidak.
Setelah selesai membuatnya mereka tidak tau cara memainkanya, jadilah kami mengajari mereka. Mereka terlihat senang dengan mainan baru mereka.
![]() |
| Salah satu kebahagiaan setelah berhasil membuat "Monster Kecil" |
Lalu Ibu Ira bertanya apa sudah selesai semua melipat kertasnya, anak-anak menjawab sudah. Kemudian Ibu Ira memberikan tugas mengisi LKS untuk PR dan harus selesai dan dikumpulkan pada hari Senin. Tak lupa pula Ibu Ira mengingatkan untuk menjaga kebersihan kuku tangan dan kaki.
Waktu untuk pulang telah tiba, sebelum pulang mereka bernyanyi lagu perpisahan dan terimakasihnya pada Ibu Ira dan kami berdua. Lalu pertemuan ditutup dengan doa. Setelah selesai berdoa anak-anak bersiap untuk pulang, sebelum pulang, mereka berterima kepada Ibu Ira dan kami. Mereka merapikan bangku dan meja sebelum keluar kelas, dan berfoto bersama. Mereka pulang kerumah masing-masing dan kami berpamitan dengan Ibu Ira sekaligus berterimakasih atas semua bantuannya. Pertemuan keempat berakhir.
![]() |
| Doa dipimpin oleh Shalom |
Di pertemuan keempat ini kami mengajarkan atau mengamalkan pada mereka sila-sila Pancasila secara tidak langsung yaitu :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa = Memulai kegiatan seperti memulai pelajaran dan saat akan makan. Walaupun doa dilakukan secara Katolik, tetapi harus menghargai teman yang berdoa menurut kepercayaannya masing-masing.
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab = Mengerjakan LKS bersama, juga pada saat menyapa kami dan berterimakasih kepada ibu guru mereka.
3. Persatuan Indonesia = Bermain bersama teman-teman tanpa memandang perbedaan apapun. Menyemangati teman-teman saat melewati rintangan kerucut.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat dan Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan = Mengungkapkan pendapat mereka seperti mereka ingin bermain Ular Naga, beberapa dari mereka tidak bisa mengerjaakan LKS dengan lancar dan mereka tidak segan meminta bantuan kepada kami. Mengajukan diri untuk menjadi pemimpin.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia = Pada saat melewati rintangan kerucut, mereka melakukannya secara bergiliran. Mengantri secara rapi untuk mencuci tangan, dan makan bersama. Saling membantu mengerjakan tugas LKS. Selesai mengerjakan LKS, mereka boleh main.
Di pertemuan kami yang keempat ini masih memiliki banyak kekurangan seperti cara menghadapi anak-anak saat mereka sedang bermain atau sedang tidak mood mengerjakan tugas yang diberikan. Mengajarkan mereka secara perlahan pun masih sulit. Kami akan perbaikinya dipertemuan mendatang.
Tambahan : Jumlah anak adalah 18 orang, dua anak tidak hadir karena sakit.



















































